Rabu, 16 April 2025

Dialog Batin - “Pencari dan ONG”


Bagian 1: Dialog Batin - “Pencari dan ONG”


Pencari: Aku datang untuk berguru.

ONG: Kau datang untuk dipuji.

Pencari: Tidak, sungguh aku ingin menemukan kedamaian.

ONG: Maka mengapa kau kecewa saat dunia tidak memelukmu?

Pencari: Aku ingin lepas dari rasa gelisah.

ONG: Tapi kau marah saat aku memberimu rasa sepi.

Pencari: Aku ingin memahami hidup.

ONG: Lalu kenapa kau menghindar saat hidup memperlihatkan bayanganmu sendiri?

Pencari: Aku bukan mencari kekayaan.

ONG: Tapi hatimu diam-diam ingin tenang dengan uang.

Pencari: Aku hanya ingin menjadi hening.

ONG: Hening bukan hasil. Hening adalah akibat setelah engkau kehilangan semua topengmu.


Pencari: Jadi apa yang harus kulakukan?

ONG: Duduk. Hadapi dirimu. Lihat niatmu. Lihat wajahmu tanpa cermin.

Pencari: Aku takut.

ONG: Maka kau belum benar-benar ingin.

Pencari: Kalau aku tetap bertahan dengan niat tersembunyi?

ONG: Maka ajaran ini akan menelanjangimu perlahan-lahan—sampai kau memilih: jujur, atau lenyap.



---


Bagian 2: Ilmu Balikan - “Membaca Ucapan yang Menipu Batin”


Banyak yang datang dengan kalimat bersih, tapi hatinya belum kering dari pamrih. Dalam ajaran ONG, lidah bisa berdusta, tapi rasa tidak bisa menyamar lama.


Berikut adalah ilmu balikan, yaitu cara membaca ucapan dengan membalik makna dari getaran batinnya:


“Saya tidak mencari kekayaan.”

Balikan: “Tapi kecewa saat hidup tidak memberi kemudahan.”

Pertanda: Mengeluh miskin, sering merasa hidup tidak adil.


“Saya siap dibimbing.”

Balikan: “Selama arah bimbingan cocok dengan kemauanku.”

Pertanda: Mulai membantah diam-diam saat bimbingan menusuk ego.


“Saya ingin damai.”

Balikan: “Asal damainya tidak melewati luka, tangis, dan pertarungan batin.”

Pertanda: Kabur dari konflik, lari dari tanggung jawab.


“Saya ikhlas belajar.”

Balikan: “Selama aku merasa dihargai dan didengar.”

Pertanda: Merasa tersinggung saat dinasihati keras.



Ilmu balikan adalah kaca untuk melihat lidah dan rasa. Yang belajar Ong, akan hancur dulu batinnya, agar bisa ditata ulang. Kalau masih ingin aman dan tenang, artinya belum bersedia dibongkar total.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Logika Rasa dan Paradoks: Wejangan Leluhur Jawa

Logika Rasa dan Paradoks : Wejangan Leluhur Jawa --- 1. Dua Jalan Berpikir Manusia Manusia sejak lahir telah dibekali dua jalan untuk memaha...