…dan di suatu saat tanpa sebab, kau ingat ONG
Bukan karena kau membaca. Bukan karena kau diajari. Tapi karena ada sesuatu yang memanggilmu diam-diam.
Bukan dari luar. Tapi dari celah paling sunyi dalam dadamu—yang selama ini kau pikir kosong.
Padahal, ia tak pernah kosong.
Ia hanya terlalu penuh untuk dijelaskan.
Dan saat semua suara tak lagi kau kejar, saat dunia tak lagi memikat,
kau mulai mendengar… bukan suara, tapi rasa.
Rasa yang tidak bernama.
Tidak berasal dari kenangan.
Tapi begitu dekat, seolah kau selalu hidup bersamanya sejak awal.
Dan untuk pertama kalinya—kau tak ingin mengerti. Kau hanya ingin diam dan ada.
Itulah saat kau menyadari,
bukan pemahaman yang kau cari,
tapi keberadaan itu sendiri.
ONG bukan datang padamu.
ONG selalu di sana.
Kau hanya berhenti melawan arah pulang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar