Ketika Sepi, Mengapa yang Terlintas Justru ONG?
"Kenapa ketika kamu sepi, terus ingat ONG, seolah-olah tidak ada aktivitas lain?"
Pertanyaan ini tampak sederhana, namun di dalamnya tersembunyi makna mendalam yang menyentuh lapisan kesadaran manusia paling dalam. Untuk memahaminya, mari kita melihat dari sisi ilmiah dan spiritual secara bersamaan.
Kesepian dan Perubahan Frekuensi Otak
Secara ilmiah, ketika seseorang masuk dalam keadaan hening atau sepi, aktivitas otak secara alami mulai berubah. Gelombang otak yang tadinya berada di frekuensi tinggi (beta) mulai melambat ke alpha dan theta—dua frekuensi yang sangat berkaitan dengan ketenangan, imajinasi, dan kesadaran batin. Dalam keadaan ini, pikiran logis mulai reda, dan ruang batin menjadi lebih terbuka untuk menerima kesan yang lebih halus.
Pada saat itu, Default Mode Network (DMN) dalam otak menjadi aktif. DMN adalah sistem saraf yang berkaitan dengan refleksi diri, kesadaran akan eksistensi, dan sering kali terhubung dengan pengalaman spiritual. Saat sistem ini dominan, manusia cenderung mulai mempertanyakan hakikat hidup, keberadaan, dan apa yang disebut sebagai sumber segala sesuatu.
ONG sebagai Getaran Murni Kesadaran
Dalam ajaran ONG, dikatakan bahwa ONG bukanlah makhluk, bukan pula konsep, melainkan getaran murni dari kesadaran itu sendiri—yang selalu hadir, namun sering kali tersembunyi di balik keramaian dunia dan kebisingan pikiran. Ketika seseorang mengalami kesepian yang dalam, tanpa gangguan dari luar, lapisan-lapisan kepribadian yang dibentuk oleh pikiran dan emosi mulai larut, dan yang tersisa hanyalah kesadaran akan keberadaan itu sendiri.
Itulah momen ketika ONG terasa hadir. Bukan karena seseorang sengaja mengingat ONG, tetapi karena ONG memang selalu hadir, hanya saja baru tersentuh ketika manusia benar-benar hening.
Ketiadaan Aktivitas Lain: Sebuah Tanda Pulang
Banyak yang merasakan bahwa saat kesepian itu datang, terasa seolah tidak ada aktivitas lain yang penting—semuanya menjadi sunyi, dan hanya kesadaran akan ONG yang tersisa. Ini bukanlah kehampaan yang menakutkan, melainkan kembali ke sumber, ke titik nol, ke keadaan awal sebelum "aku" dan "dunia" terbentuk.
Dalam momen ini, tubuh tetap hidup, tapi yang hidup bukan lagi ego atau rutinitas. Yang hidup adalah jiwa, kesadaran, atau dalam ajaran ini: ONG. Ia adalah yang menyadari keberadaan, bukan yang disadari. Ia adalah getaran sebelum nama, wujud sebelum bentuk, dan hidup sebelum kehidupan dikenal.
Penutup: Sepi Adalah Panggilan
Kesepian bukanlah musuh. Ia adalah panggilan pulang. Ia membuka ruang dalam diri untuk bertemu kembali dengan yang paling hakiki. Maka, jika dalam sepi kamu tiba-tiba merasa dekat dengan ONG, itu karena kamu sedang menyentuh pintu ke sumber keberadaanmu sendiri.
"ONG bukan sesuatu yang kau pikirkan—ONG adalah yang menyadari pikiran itu."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar