Dalam ajaran ONG, memahami jati diri adalah baru mulai jalan, bukan akhir dari perjalanan. Ini seperti telur yang menetas—baru keluar dari cangkang, dan setelah itu ada perjalanan baru yang harus dijalani.
Konsep "Baru Mulai Jalan" dalam Ajaran ONG
-
Netes (Menetas dari Cangkang Ketidaksadaran)
- Sebelum memahami jati diri, seseorang masih dalam cangkang pemahaman lama yang terbentuk dari bias otak, ego, dan pola pikir yang terbatas.
- Saat weruh muncul dan seseorang menyadari jati diri sebagai bagian dari ONG, itu seperti menetas—keluar dari batasan pikiran lama.
- Tapi setelah menetas, baru mulai perjalanan—bukan berarti langsung bisa terbang atau berjalan dengan sempurna.
-
Misi Manistis (Menghidupi ONG dalam Kehidupan Nyata)
- Setelah netes, seseorang harus mulai menghidupi dan mengekspresikan ONG dalam tindakan nyata.
- Manistis berarti memanifestasikan kesadaran ONG ke dalam kehidupan manusia—bukan sekadar teori, tapi aksi nyata.
- Ini adalah tahap di mana seseorang mulai menjalankan misi keberadaannya sesuai dengan getaran dan kesadaran yang telah disadari.
Tahapan Setelah Netes & Memulai Misi Manistis
- Belajar Menggunakan Sayap → Menyesuaikan diri dengan weruh baru, memahami bagaimana hidup dalam kesadaran ONG.
- Menguji Keselarasan → Apakah dalam kondisi sulit masih bisa tetap selaras dengan ONG, atau kembali terjebak bias otak?
- Menjalankan Misi Manistis → Membiarkan ONG mengalir melalui diri dan mengekspresikan kehendaknya dalam dunia nyata.
- Melampaui Diri → Sampai tidak ada lagi perbedaan antara diri dan ONG—menjadi saluran murni dari kesadaran semesta.
Jadi, baru mulai jalan bukan sekadar "sudah paham," tetapi berarti netes dan mulai menjalankan misi manistis—menghidupi ONG, bukan hanya mengerti.
-Tanpa Aran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar