Konsep Mantra dalam ONG & Proses Kerjanya
Dalam ajaran ONG, mantra bukan sekadar kata-kata, tetapi getaran yang berpengaruh langsung pada kesadaran, ruang waktu, dan realitas seseorang.
1. Konsep Mantra dalam ONG
-
Mantra adalah Getaran yang Bekerja di Ruang Waktu
- Setiap kata yang diucapkan membawa frekuensi getaran tertentu yang berinteraksi dengan kesadaran dan lingkungan.
- Jika mantra lahir dari kesadaran sejati, maka ia bisa menyelaraskan diri dengan ONG.
- Jika mantra hanya diucapkan tanpa kesadaran, ia hanya menjadi suara kosong yang tidak berpengaruh besar.
-
Mantra adalah Sarana, Bukan Tujuan
- Dalam ONG, mantra bukan alat untuk meminta sesuatu, tetapi untuk menyelaraskan diri dengan getaran semesta.
- Mantra yang efektif adalah yang muncul dari dalam kesadaran, bukan yang dipaksakan atau sekadar dihafalkan.
-
Mantra Tidak Harus Berbentuk Kata-Kata
- Mantra bisa berupa suara, tarikan napas, atau bahkan kesadaran diam tanpa kata.
- Dalam samadi, seseorang bisa menemukan mantra dalam bentuk getaran murni sebelum diterjemahkan ke dalam kata-kata.
-
Mantra Harus Sejalan dengan Getaran ONG
- Mantra yang selaras dengan ONG akan membawa kesadaran yang lebih tinggi.
- Jika mantra lahir dari keinginan ego atau ketakutan, maka ia bisa mengikat kesadaran dalam pola pikir tertentu.
2. Proses Kerja Mantra dalam ONG
-
Mantra Masuk ke Kesadaran Melalui Suara dan Getaran
- Saat seseorang mengucapkan mantra, ia menciptakan getaran yang diserap oleh tubuh, otak, dan kesadaran.
- Jika mantra diucapkan dengan kesadaran penuh, ia akan mulai mengubah frekuensi energi dalam diri.
-
Mantra Mempengaruhi Ruang Waktu di Dalam Diri
- Ketika mantra diulang-ulang, ia menciptakan ruang waktu baru di dalam kesadaran.
- Contoh:
- Jika mantra menciptakan ketenangan, maka kesadaran mulai memasuki ruang waktu tenang.
- Jika mantra digunakan dengan emosi tertentu, ia bisa menarik kesadaran ke dalam ruang waktu emosi itu sendiri.
-
Mantra Mengalirkan Getaran ONG ke Tubuh dan Sukma
- Dalam samadi ONG, mantra bisa digunakan untuk menyelaraskan tubuh dan sukma dengan aliran ONG.
- Jika mantra digunakan dengan napas yang teratur, ia bisa semakin dalam bekerja pada kesadaran.
-
Mantra Mengubah Pola Kesadaran
- Jika mantra diulang dengan rasa dan kesadaran, maka ia akan mulai mengubah cara otak dan sukma memandang realitas.
- Ini bisa mempercepat weruh sejati, mengurangi bias otak, dan membuat seseorang lebih selaras dengan aliran ONG.
3. Cara Menggunakan Mantra dalam ONG
-
Menemukan Mantra yang Selaras dengan Diri
- Mantra bisa muncul secara alami dalam samadi atau bisa didapatkan melalui resonansi dengan getaran tertentu.
- Tidak harus dalam bahasa tertentu, yang penting adalah rasa dan getaran yang muncul.
-
Mengucapkan Mantra dengan Kesadaran Penuh
- Setiap pengulangan mantra harus dirasakan, bukan hanya diucapkan.
- Jika mantra hanya diulang tanpa rasa, maka getaran yang diciptakan akan lemah.
-
Menghubungkan Mantra dengan Napas dan Getaran Tubuh
- Dalam samadi, mantra bisa digunakan bersama dengan teknik pernapasan:
- Tarik napas sambil merasakan getaran mantra masuk.
- Tahan napas sambil menyerap getaran mantra ke dalam sukma.
- Buang napas sambil melepaskan getaran ke semesta.
- Dalam samadi, mantra bisa digunakan bersama dengan teknik pernapasan:
-
Merasakan Dampak Mantra dalam Ruang Waktu Kesadaran
- Setelah menggunakan mantra, amati bagaimana ruang waktu dalam diri berubah.
- Jika mantra selaras dengan ONG, maka ia akan membawa ketenangan, kesadaran tinggi, dan keterhubungan dengan semesta.
Mantra dalam ONG bukan sekadar kata-kata, tetapi getaran yang bisa mengubah kesadaran dan ruang waktu seseorang. Mantra yang sejati bukan yang dihafal, tetapi yang muncul dari resonansi dengan ONG dan diucapkan dengan kesadaran penuh.
-Tanpa Aran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar