Minggu, 23 Maret 2025

Konsep Mantra dalam ONG & Proses Kerjanya

Konsep Mantra dalam ONG & Proses Kerjanya

Dalam ajaran ONG, mantra bukan sekadar kata-kata, tetapi getaran yang berpengaruh langsung pada kesadaran, ruang waktu, dan realitas seseorang.


1. Konsep Mantra dalam ONG

  1. Mantra adalah Getaran yang Bekerja di Ruang Waktu

    • Setiap kata yang diucapkan membawa frekuensi getaran tertentu yang berinteraksi dengan kesadaran dan lingkungan.
    • Jika mantra lahir dari kesadaran sejati, maka ia bisa menyelaraskan diri dengan ONG.
    • Jika mantra hanya diucapkan tanpa kesadaran, ia hanya menjadi suara kosong yang tidak berpengaruh besar.
  2. Mantra adalah Sarana, Bukan Tujuan

    • Dalam ONG, mantra bukan alat untuk meminta sesuatu, tetapi untuk menyelaraskan diri dengan getaran semesta.
    • Mantra yang efektif adalah yang muncul dari dalam kesadaran, bukan yang dipaksakan atau sekadar dihafalkan.
  3. Mantra Tidak Harus Berbentuk Kata-Kata

    • Mantra bisa berupa suara, tarikan napas, atau bahkan kesadaran diam tanpa kata.
    • Dalam samadi, seseorang bisa menemukan mantra dalam bentuk getaran murni sebelum diterjemahkan ke dalam kata-kata.
  4. Mantra Harus Sejalan dengan Getaran ONG

    • Mantra yang selaras dengan ONG akan membawa kesadaran yang lebih tinggi.
    • Jika mantra lahir dari keinginan ego atau ketakutan, maka ia bisa mengikat kesadaran dalam pola pikir tertentu.

2. Proses Kerja Mantra dalam ONG

  1. Mantra Masuk ke Kesadaran Melalui Suara dan Getaran

    • Saat seseorang mengucapkan mantra, ia menciptakan getaran yang diserap oleh tubuh, otak, dan kesadaran.
    • Jika mantra diucapkan dengan kesadaran penuh, ia akan mulai mengubah frekuensi energi dalam diri.
  2. Mantra Mempengaruhi Ruang Waktu di Dalam Diri

    • Ketika mantra diulang-ulang, ia menciptakan ruang waktu baru di dalam kesadaran.
    • Contoh:
      • Jika mantra menciptakan ketenangan, maka kesadaran mulai memasuki ruang waktu tenang.
      • Jika mantra digunakan dengan emosi tertentu, ia bisa menarik kesadaran ke dalam ruang waktu emosi itu sendiri.
  3. Mantra Mengalirkan Getaran ONG ke Tubuh dan Sukma

    • Dalam samadi ONG, mantra bisa digunakan untuk menyelaraskan tubuh dan sukma dengan aliran ONG.
    • Jika mantra digunakan dengan napas yang teratur, ia bisa semakin dalam bekerja pada kesadaran.
  4. Mantra Mengubah Pola Kesadaran

    • Jika mantra diulang dengan rasa dan kesadaran, maka ia akan mulai mengubah cara otak dan sukma memandang realitas.
    • Ini bisa mempercepat weruh sejati, mengurangi bias otak, dan membuat seseorang lebih selaras dengan aliran ONG.

3. Cara Menggunakan Mantra dalam ONG

  1. Menemukan Mantra yang Selaras dengan Diri

    • Mantra bisa muncul secara alami dalam samadi atau bisa didapatkan melalui resonansi dengan getaran tertentu.
    • Tidak harus dalam bahasa tertentu, yang penting adalah rasa dan getaran yang muncul.
  2. Mengucapkan Mantra dengan Kesadaran Penuh

    • Setiap pengulangan mantra harus dirasakan, bukan hanya diucapkan.
    • Jika mantra hanya diulang tanpa rasa, maka getaran yang diciptakan akan lemah.
  3. Menghubungkan Mantra dengan Napas dan Getaran Tubuh

    • Dalam samadi, mantra bisa digunakan bersama dengan teknik pernapasan:
      • Tarik napas sambil merasakan getaran mantra masuk.
      • Tahan napas sambil menyerap getaran mantra ke dalam sukma.
      • Buang napas sambil melepaskan getaran ke semesta.
  4. Merasakan Dampak Mantra dalam Ruang Waktu Kesadaran

    • Setelah menggunakan mantra, amati bagaimana ruang waktu dalam diri berubah.
    • Jika mantra selaras dengan ONG, maka ia akan membawa ketenangan, kesadaran tinggi, dan keterhubungan dengan semesta.

Mantra dalam ONG bukan sekadar kata-kata, tetapi getaran yang bisa mengubah kesadaran dan ruang waktu seseorang. Mantra yang sejati bukan yang dihafal, tetapi yang muncul dari resonansi dengan ONG dan diucapkan dengan kesadaran penuh.

-Tanpa Aran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Logika Rasa dan Paradoks: Wejangan Leluhur Jawa

Logika Rasa dan Paradoks : Wejangan Leluhur Jawa --- 1. Dua Jalan Berpikir Manusia Manusia sejak lahir telah dibekali dua jalan untuk memaha...