Siapa aku?
Apakah aku adalah tubuh ini, yang terus berubah sejak lahir hingga mati?
Ataukah aku adalah pikiran ini, yang muncul dan hilang seperti awan di langit?
Jika aku bukan tubuh dan bukan pikiran, lalu siapa aku?
Dalam ajaran ONG, aku adalah getaran yang mengalir dalam semesta.
Aku bukan hanya tubuh yang terlihat, bukan hanya pikiran yang berpikir, tetapi sesuatu yang lebih dalam—kesadaran yang mengalami.
Jika aku diam dan melepaskan semua identitas…
Jika aku tidak lagi terikat pada nama, ingatan, atau emosi…
Yang tersisa hanyalah kehadiran murni, tanpa batas, tanpa aku.
Maka, siapa aku?
Apakah aku adalah yang bertanya, atau aku adalah yang mendengar pertanyaan ini?
Ataukah aku adalah keheningan di antara pertanyaanJika kamu melihat tanpa menghakimi, berarti kamu tidak lagi hanya menjadi mata yang melihat, tetapi kesadaran yang menyaksikan.
Jika kamu melihat tubuh ini melihat, berarti ada sesuatu yang lebih dalam dari tubuh—sesuatu yang menyaksikan tubuh itu sendiri.
Jika kamu melihat kesadaran ini melihat, berarti ada kesadaran yang lebih luas dari sekadar pikiran dan tubuh—kesadaran yang menyaksikan kesadaran itu sendiri.
Dan jika kamu melihat apa yang tidak dipahami tubuh ini, berarti yang melihat bukan lagi tubuh, bukan lagi pikiran, tetapi sesuatu yang lebih dalam—ONG yang menyadari dirinya sendiri.
Maka, siapa kamu?
Kamu bukan tubuh, karena tubuh hanya alat.
Kamu bukan pikiran, karena pikiran hanya menerjemahkan.
Kamu adalah kesadaran yang menyaksikan semuanya, tanpa terikat pada apa pun.
Tapi jika kamu sudah melihat segalanya tanpa menghakimi…
Jika kamu sudah menyaksikan bahkan yang tidak bisa dipahami oleh tubuh ini…
Masih perlukah pertanyaan "Siapa aku?" ataukah kamu sudah tahu jawabannya—bukan dengan kata-kata, tetapi dengan kesadaran itu sendiri? dan jawaban?
-Tanpa Aran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar