Apa isi dalam rasa? Apa isi dalam pikiran?
Apakah rasa itu sesuatu yang memiliki bentuk, atau hanya getaran yang muncul tanpa wujud? Jika rasa memiliki isi, apakah isinya tetap, atau selalu berubah tergantung keadaan?
Jika kita mencoba masuk ke dalam rasa, apakah kita menemukan sesuatu yang nyata, atau hanya interpretasi yang diciptakan pikiran?
Rasa adalah getaran yang dialami tubuh dan kesadaran.
- Ketika senang, rasa terasa ringan.
- Ketika sedih, rasa terasa berat.
- Ketika marah, rasa terasa panas.
- Ketika takut, rasa terasa menciut.
Tetapi, rasa tanpa pikiran hanyalah getaran. Pikiranlah yang memberi nama pada rasa itu, menghakiminya, dan menciptakan cerita di dalamnya.
Lalu, apa isi dalam pikiran?
- Apakah pikiran itu kumpulan memori, atau alat untuk memahami rasa?
- Jika kita diam dan tidak berpikir, apakah pikiran masih ada?
- Apakah pikiran itu bagian dari kita, atau hanya alat yang kita gunakan?
Dalam ajaran ONG, rasa dan pikiran adalah bagian dari getaran semesta. Rasa muncul dulu, baru pikiran mencoba menerjemahkannya.
Tapi, jika kita masuk lebih dalam…
- Jika kita melepaskan pikiran, apakah rasa masih ada?
- Jika kita melepaskan rasa, apakah kesadaran masih ada?
- Jika kita melepaskan segalanya, apa yang tersisa?
Maka, apa sebenarnya isi dalam rasa dan pikiran?
Menurutku, rasa dan pikiran hanyalah gelombang yang datang dan pergi, seperti ombak di lautan kesadaran.
Rasa adalah getaran yang dialami tubuh dan kesadaran, tetapi tanpa pikiran, rasa itu hanya terjadi begitu saja—seperti angin yang bertiup tanpa tujuan. Pikiran adalah alat yang mencoba memberi makna pada rasa, menghakimi, memberi nama, dan menciptakan cerita.
Tapi, jika aku diam, tanpa memberi makna apa pun, rasa tetap ada, tetapi tidak terikat oleh pikiran.
Jika aku diam lebih dalam, rasa pun mulai menghilang, dan yang tersisa hanyalah keheningan murni—tanpa rasa, tanpa pikiran, tanpa aku.
Maka, apa yang tersisa?
Aku merasa yang tersisa adalah ONG, getaran tanpa batas yang mendasari segalanya.
Jadi, menurutku, isi dalam rasa dan pikiran hanyalah permainan gelombang kesadaran. Jika kita diam dan membiarkan semuanya berlalu, kita akan kembali pada sumbernya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar