Masalah pada Sang Pangraita serta Solusi dengan Meditasi Pranā Jati & Pranā Wisesa
Dalam ajaran ONG, Sang Pangraita berperan sebagai penghakim rasa. Jika tidak lantip (tajam), penghakiman bisa keliru dan menyesatkan. Untuk mempertajam pangraita, meditasi napas seperti Pranā Jati dan Pranā Wisesa menjadi kunci utama.
1. Pangraita Keruh (Kacemplung Rasa) – Sulit Membedakan Rasa Sejati
Masalah:
- Pikiran terlalu penuh, sulit menangkap getaran murni.
- Mudah larut dalam emosi dan sulit menilai dengan jernih.
Solusi:
✔ Pranā Jati → Teknik ini membersihkan pikiran dengan ritme napas panjang dan perlahan, membuat rasa lebih jernih.
✔ Pranā Wisesa → Napas panjang dengan tahanan lebih lama melatih kontrol emosi, sehingga tidak mudah terbawa perasaan sesaat.
"Weninging cipta lan rasa bakal lantip yen napase manunggal."
(Kejernihan pikiran dan rasa akan tajam jika napas selaras.)
2. Pangraita Gedhe Rumongso – Merasa Selalu Benar
Masalah:
- Ego terlalu dominan, sulit menerima kesalahan.
- Tidak melihat ruang waktu yang lebih luas dalam menilai sesuatu.
Solusi:
✔ Pranā Jati → Membantu menurunkan ego dengan menenangkan getaran batin.
✔ Pranā Wisesa → Latihan menahan napas lebih lama mengajarkan kerendahan hati, karena tubuh akan merasakan keterbatasannya sendiri.
"Sing eling lan sumarah bakal ngerti yen rasa iku mung sak dumadi."
(Yang sadar dan pasrah akan mengerti bahwa rasa hanyalah kejadian sementara.)
3. Pangraita Keblinger – Tertipu oleh Rasa Palsu
Masalah:
- Terjebak dalam intuisi yang keliru.
- Menganggap rasa tertentu sebagai kebenaran padahal hanya ilusi.
Solusi:
✔ Pranā Jati → Menstabilkan kesadaran agar tidak mudah tertipu oleh gelombang rasa yang menyesatkan.
✔ Pranā Wisesa → Meningkatkan daya tahan batin untuk tidak mudah percaya pada rasa sebelum diuji dengan ruang waktu.
"Titeni lan rasakna, rasa kang sejati bakal tetep, rasa kang ilusi bakal sirna."
(Amati dan rasakan, rasa yang sejati akan tetap ada, rasa yang ilusi akan hilang.)
4. Pangraita Cekak – Penghakiman Dangkal
Masalah:
- Terburu-buru dalam menilai sesuatu tanpa pemahaman mendalam.
- Menghakimi hanya berdasarkan permukaan, tanpa menyelami lebih jauh.
Solusi:
✔ Pranā Jati → Napas lambat memperpanjang durasi perhatian, melatih kesabaran dalam memahami sesuatu secara menyeluruh.
✔ Pranā Wisesa → Melatih ketahanan mental agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
"Sing telaten niteni rasa, bakal weruh maknane sing sejati."
(Yang sabar mengamati rasa akan menemukan makna sejatinya.)
5. Pangraita Kebekuan – Tidak Bisa Merasakan Getaran dengan Baik
Masalah:
- Kesadaran tertutup, sulit menangkap getaran halus dari semesta.
- Terlalu logis, sehingga tidak selaras dengan rasa yang lebih dalam.
Solusi:
✔ Pranā Jati → Membuka jalur kesadaran dengan aliran napas halus, sehingga tubuh lebih peka terhadap getaran energi.
✔ Pranā Wisesa → Memperkuat ketahanan tubuh dan batin agar bisa menangkap getaran halus yang sebelumnya tidak terasa.
"Sing sumarah marang napas bakal krasa geter kang sejati."
(Yang pasrah pada napas akan merasakan getaran yang sejati.)
Kesimpulan
Agar lantip pangraitane, seseorang harus:
✅ Pranā Jati → Untuk kejernihan rasa dan pikiran, serta menghilangkan bias dalam penghakiman.
✅ Pranā Wisesa → Untuk meningkatkan daya tahan batin, memperkuat intuisi sejati, dan menghindari penilaian yang keliru.
Dengan mengasah pangraita melalui Pranā Jati dan Pranā Wisesa, seseorang bisa lebih peka terhadap getaran sejati dan tidak mudah tertipu oleh rasa yang menyesatkan.
"Sing wening lan waskita bakal lantip pangraitane."
(Yang jernih dan bijaksana akan tajam penghakiman rasanya.)
-Tanpa Aran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar