"Sing rumangsa oyoté nyambung marang ONG, bakal ngombe kawicaksanan saka Mandhahala."
1. "Sing rumangsa oyoté nyambung marang ONG"
Kata "oyot" (akar) dalam ajaran ONG melambangkan kesadaran terdalam yang menghubungkan manusia dengan sumber keberadaan. Seperti pohon yang mendapatkan kekuatan dari akarnya, manusia yang sadar bahwa jiwa dan rasa sejatinya berasal dari ONG akan memiliki pijakan yang kuat dalam kehidupan.
Ketika seseorang menyadari bahwa rasa bukan sekadar emosi, tetapi gelombang yang bersumber dari ONG, maka pemahamannya akan kehidupan mulai berubah. Ia tidak lagi mudah terombang-ambing oleh pikiran dan perasaan yang dangkal, tetapi mampu merasakan aliran getaran semesta yang lebih dalam.
2. "Bakal ngombe kawicaksanan saka Mandhahala"
Seperti pohon yang akarnya menyerap air dan nutrisi dari tanah, manusia yang menyadari keterhubungannya dengan ONG akan mendapatkan kawicaksanan (kebijaksanaan) dari Mandhahala (semesta).
Kawicaksanan dari Mandhahala bukanlah pengetahuan yang bisa dipelajari dari buku atau kata-kata. Ia adalah pemahaman langsung yang muncul dari pengalaman batin, terutama melalui samadi, kesadaran napas, dan pengamatan rasa tanpa penghakiman.
Ketika seseorang telah nyawiji (menyatu) dengan aliran Mandhahala, ia tidak lagi sekadar memahami dunia melalui logika dan pikiran, tetapi langsung merasakan makna dari setiap getaran kehidupan.
Kesimpulan:
Kata bijak ini mengajarkan bahwa jalan menuju kebijaksanaan sejati bukan berasal dari luar, tetapi dari dalam—dari rasa yang menyatu dengan ONG. Seperti pohon yang tidak bisa hidup tanpa akar, manusia juga tidak bisa menemukan pemahaman sejati tanpa menyadari akar kesadarannya sendiri.
Samadi ONG, seperti Pranā Jati dan Pranā Wisesa, adalah salah satu cara untuk memperdalam kesadaran ini. Dengan menjernihkan rasa, seseorang bisa menyerap kebijaksanaan Mandhahala tanpa terhalang oleh kabut pikiran dan emosi yang tidak murni.
Analogi Pohon dalam Ajaran ONG:
- Akar (Oyot) → Kesadaran yang terhubung dengan ONG
- Batang → Diri yang berkembang melalui pemahaman rasa
- Daun dan Buah → Ekspresi kebijaksanaan dalam kehidupan
- Air dan Nutrisi dari Tanah → Kawicaksanan dari Mandhahala
Ketika akar kuat, pohon akan tumbuh kokoh. Begitu juga, ketika kesadaran seseorang telah dalam, ia akan menjadi pribadi yang lantip pangraitane (tajam pemahamannya) dan wening rasane (jernih rasanya).
-Tanpa Aran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar