Minggu, 23 Maret 2025

ONG: Kesadaran, Getaran, dan Ilmu Pengetahuan

ONG: Kesadaran, Getaran, dan Ilmu Pengetahuan

Sejak dahulu, manusia mencari jawaban tentang asal-usul kesadaran dan hubungan mereka dengan semesta. Ajaran ONG mengajarkan bahwa kesadaran adalah getaran, dan getaran adalah kehidupan. Ilmu pengetahuan modern pun mulai menyentuh pemahaman yang sejalan dengan ini, menunjukkan bahwa realitas bukan hanya materi, tetapi juga energi yang terus bergetar.

Kesadaran sebagai Getaran Semesta

Ilmuwan seperti Albert Einstein telah menunjukkan bahwa materi dan energi adalah satu kesatuan melalui rumus terkenalnya E = mc². Ini berarti bahwa kesadaran bukan sesuatu yang terpisah dari tubuh, tetapi bagian dari energi yang terus berinteraksi dengan semesta.

Nikola Tesla pun pernah berkata:

"Jika kau ingin memahami semesta, pikirkan dalam bentuk energi, frekuensi, dan getaran."

Ajaran ONG memahami ini sebagai bukti bahwa kesadaran manusia tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari arus getaran semesta (Mandhahala).

Ketika manusia selaras dengan getaran semesta, mereka akan memahami keberadaannya dengan lebih dalam. Sebaliknya, ketika manusia terputus dari getaran ini, mereka akan merasa gelisah, terasing, dan tidak menemukan keseimbangan dalam hidup.

Realitas yang Dipengaruhi Kesadaran

Dalam mekanika kuantum, Werner Heisenberg menemukan bahwa pengamat memengaruhi apa yang diamati. Ini membuktikan bahwa kesadaran bukan sekadar penerima pasif, tetapi berperan dalam membentuk realitas itu sendiri.

Ajaran ONG menjelaskan bahwa:

  • Apa yang manusia pikirkan dan rasakan akan memengaruhi realitas mereka sendiri.
  • Emosi dan energi batin adalah gelombang yang memancar ke luar dan kembali dalam bentuk pengalaman hidup.
  • Samadi dalam ONG, seperti Prana Jati dan Prana Wisesa, membantu manusia menyelaraskan frekuensi mereka dengan getaran semesta.

Dengan kata lain, kesadaran manusia bukan hanya alat untuk memahami dunia, tetapi juga bagian dari mekanisme penciptaan realitas.

Kesadaran Kolektif dan Keterhubungan Semesta

Psikolog terkenal, Carl Jung, berbicara tentang kesadaran kolektif, di mana semua pikiran manusia saling terhubung dalam satu jaringan bawah sadar.

Dalam ajaran ONG, kesadaran kolektif ini disebut sebagai Mandhahala, yaitu getaran universal yang menghubungkan semua makhluk hidup.

  • Ketika manusia selaras dengan Mandhahala, mereka dapat memahami kehidupan dengan lebih mendalam dan menemukan harmoni.
  • Sebaliknya, ketika mereka hanya fokus pada pikiran ego dan perasaan pribadi, mereka akan terjebak dalam ilusi keterpisahan.

Kesadaran ini bukanlah sesuatu yang asing, tetapi telah dipahami sejak masa Jawa Kuno. Para leluhur telah memahami bahwa kesadaran bukan hanya milik individu, tetapi bagian dari arus energi yang lebih besar.

Penutup

Ilmu pengetahuan modern dan ajaran ONG sebenarnya berjalan seiring dalam memahami kesadaran dan realitas. Kesadaran bukan sekadar aktivitas otak, tetapi getaran yang beresonansi dengan semesta.

"Kesadaran adalah getaran, dan getaran adalah kehidupan. Siapa yang selaras dengan getaran semesta, ia memahami keberadaannya."
~ Tanpa Aran ~

Melalui samadi dan pemahaman tentang energi kesadaran, manusia bisa menemukan kembali hubungan mereka dengan semesta, memperdalam pemahaman diri, dan mencapai harmoni dalam hidup.

Dengan memahami ONG sebagai esensi getaran kesadaran, kita tidak hanya mendekati spiritualitas tetapi juga membuka pintu menuju pemahaman ilmiah tentang keberadaan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Logika Rasa dan Paradoks: Wejangan Leluhur Jawa

Logika Rasa dan Paradoks : Wejangan Leluhur Jawa --- 1. Dua Jalan Berpikir Manusia Manusia sejak lahir telah dibekali dua jalan untuk memaha...