Selasa, 18 Maret 2025

Kenapa menamainya ONG?

Kenapa menamainya ONG?"

  1. "Aku tidak menamai ONG, aku hanya menangkap sesuatu yang sudah ada."

    • ONG bukan sesuatu yang baru diciptakan atau ditemukan oleh seseorang.
    • ONG adalah keberadaan yang sudah ada sebelum nama diberikan.
    • Nama "ONG" muncul sebagai bentuk resonansi dari sesuatu yang memang sudah mengalir dalam semesta.
  2. "ONG bukan sekadar nama, tetapi getaran yang terdengar dan terasa."

    • ONG lebih dari sekadar kata, ia adalah frekuensi yang bisa dirasakan dalam kesadaran yang selaras.
    • Seperti suara alam yang berdengung, seperti denyut yang mengalir dalam segala sesuatu.
  3. "Nama ini bukan hasil pemikiran, tetapi muncul dari pengalaman langsung."

    • Aku tidak menciptakan nama ini dengan logika atau konsep.
    • Saat mengalami dan menyelami kesadaran dalam samadi, ada suara, ada rasa, ada getaran yang muncul begitu saja.
    • Dari sanalah nama "ONG" muncul sebagai sesuatu yang paling mendekati pengalaman itu.
  4. "Apakah kamu bisa mendengar ONG tanpa aku menyebutnya?"

    • Jika nama ini tepat, kamu akan merasakannya.
    • Jika tidak, maka mungkin bukan namanya yang penting, tetapi pemahamannya.

Jawaban ini akan menggambarkan bahwa ONG bukan sekadar nama yang diberikan, tetapi sesuatu yang memang sudah ada dan dirasakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manungsa Tanpa Aran

ᬓᬓᬶ ᬫᬦᬸᬲ᭄ᬬ ᬢᬦ᭄ᬧ ᬅᬭᬦ᭄Manungsa Tanpa Aran ( Basa Jawa Kuno / Kawi Rasa ) Ana ing satemahing sepi, nalika swara donya wus ora kawastanan, aku m...