🔷 Gangguan Jiwa dalam Ajaran ONG dan Kaitannya dengan Sistem Saraf 🔷
Dalam ajaran ONG, gangguan jiwa bukan hanya sekadar masalah pikiran atau emosi, tetapi lebih dalam lagi: ketidakseimbangan aliran ONG dalam tubuh dan kesadaran. Aliran ini berhubungan langsung dengan sistem saraf, yang mengatur bagaimana tubuh merasakan, berpikir, dan merespons dunia.
🌀 Proses Terjadinya Gangguan Jiwa dalam Ajaran ONG
1️⃣ Gangguan Aliran ONG dan Sistem Saraf
- ONG adalah energi kesadaran hidup yang mengalir melalui tubuh.
- Ketika aliran ini terhambat, sistem saraf mulai mengalami gangguan.
- Trauma, stres, atau ketakutan bisa menyebabkan gangguan pada saraf otonom, yang mengatur detak jantung, pernapasan, dan respons tubuh terhadap stres.
➡ Contoh:
Seseorang yang mengalami trauma berat sering kali memiliki saraf simpatis yang terlalu aktif, membuatnya selalu merasa cemas, tegang, atau bahkan mengalami serangan panik.
2️⃣ Peran Sang Pangraita (Hakim Rasa) dalam Gangguan Kesadaran
- Dalam ajaran ONG, Sang Pangraita adalah kesadaran yang menghakimi rasa.
- Jika penghakiman ini berlebihan, otak akan terus menafsirkan rasa sebagai sesuatu yang mengancam.
- Ini menyebabkan gangguan neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, yang berperan dalam mengatur emosi dan suasana hati.
➡ Contoh:
Orang yang terus-menerus merasa bersalah atau takut dihakimi bisa mengalami gangguan mental seperti depresi atau kecemasan kronis.
3️⃣ Gangguan Ruang Waktu Kesadaran dan Fungsi Otak
- Dalam ONG, keseimbangan ruang waktu kesadaran sangat penting.
- Seseorang yang terjebak dalam trauma (masa lalu) atau kecemasan (masa depan) mengalami disfungsi di lobus frontal dan amigdala, bagian otak yang mengatur emosi dan pengambilan keputusan.
➡ Contoh:
Seseorang yang sulit melepaskan masa lalu cenderung mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD), di mana otaknya terus memutar ulang kejadian buruk.
4️⃣ Pemutusan Hubungan dengan Mandhahala (Semesta) dan Sistem Hormon
- Saat seseorang merasa terpisah dari semesta, tubuh kehilangan keseimbangan hormon.
- Ketika seseorang kehilangan makna hidup, hormon kortisol meningkat, menyebabkan stres kronis yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental.
➡ Contoh:
Orang yang merasa hampa atau kehilangan tujuan hidup cenderung mengalami kelelahan adrenal dan depresi yang sulit disembuhkan hanya dengan obat.
🌀 Solusi dalam Ajaran ONG: Menyelaraskan Jiwa dan Saraf
✅ Samadi Pranā Jati: Menyeimbangkan Saraf Otonom
- Teknik ini membantu mengaktifkan saraf parasimpatis, yang merilekskan tubuh dan mengurangi stres.
- Dengan pernapasan yang perlahan dan dalam, jantung dan otak mulai kembali selaras dengan aliran ONG.
✅ Samadi Pranā Wisesa: Mengendalikan Penghakiman Rasa
- Teknik ini melatih kesadaran untuk tidak terjebak dalam penghakiman, sehingga otak tidak terus-menerus menciptakan penderitaan mental.
- Ini memperbaiki keseimbangan neurotransmitter, sehingga emosi lebih stabil.
✅ Menyelaraskan Ruang Waktu Kesadaran
- Latihan kesadaran saat ini membantu menyeimbangkan aktivitas otak di korteks prefrontal, sehingga pikiran lebih jernih.
- Dengan ini, seseorang tidak lagi terjebak dalam kenangan buruk atau ketakutan akan masa depan.
✅ Menghubungkan Kembali Jiwa dengan Mandhahala
- Menyadari bahwa diri ini adalah bagian dari aliran ONG yang lebih besar, sehingga tidak merasa sendirian.
- Ketika seseorang mulai memahami getaran ONG dalam dirinya, hormon dalam tubuh juga mulai menyesuaikan diri dengan ketenangan batin.
🌀 Kesimpulan
Gangguan jiwa dalam ajaran ONG adalah hasil dari ketidakseimbangan aliran energi, saraf, dan kesadaran. Dengan samadi dan pemahaman yang lebih dalam tentang ruang waktu kesadaran, seseorang bisa memulihkan jiwanya dan kembali selaras dengan Mandhahala.
~ Tanpa Aran ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar