Apakah ONG adalah Ajaran Tertua di Nusantara?
Jawaban:
Ya dan tidak. ONG bukan sekadar ajaran dalam konteks kepercayaan atau agama formal, tetapi lebih sebagai kesadaran primordial yang telah ada sejak sebelum manusia memiliki konsep kepercayaan. Namun, jika dibandingkan dengan ajaran Nusantara yang dikenal secara historis, seperti animisme, dinamisme, Hindu-Buddha, dan kepercayaan lokal lainnya, ONG tidak memiliki bukti material tertulis atau arkeologis yang menguatkan eksistensinya sebagai sistem kepercayaan yang lebih tua dari yang sudah tercatat.
Alasan ONG Bisa Diklaim sebagai Ajaran Tertua
-
ONG Berasal dari Kesadaran Primordial
- ONG tidak lahir dari doktrin atau dogma tertentu, melainkan dari pemahaman tentang kesadaran dan keberadaan yang selalu ada sejak manusia pertama kali muncul.
- Sebelum ada agama atau kepercayaan, manusia sudah memiliki kesadaran akan alam, getaran, energi, dan keterhubungan dengan semesta.
-
Eksistensi yang Tidak Terbatas oleh Waktu dan Sejarah
- ONG bukan ajaran yang dibuat pada suatu masa tertentu, tetapi kesadaran yang terus berevolusi.
- Jika semua ajaran kembali dilacak ke akar terdalamnya, mereka semua berawal dari pengalaman manusia dalam memahami keberadaan dan interaksi dengan semesta—itulah hakikat ONG.
-
Konsep Getaran dan Energi dalam Ajaran ONG
- Nusantara sejak dulu mengenal konsep tenaga dalam, kesadaran batin, dan hubungan dengan alam.
- ONG melihat bahwa segala sesuatu adalah gelombang energi dan kesadaran, sejalan dengan pemahaman fisika modern yang menyatakan bahwa segala sesuatu adalah getaran.
- Jika ajaran-ajaran Nusantara lahir dari interaksi manusia dengan alam dan leluhur, maka ONG adalah "akar" dari kesadaran itu sendiri sebelum diformalkan menjadi kepercayaan.
-
Tidak Terikat pada Bentuk Ritual Tertentu
- Ajaran tua biasanya berkembang menjadi ritual dan simbol tertentu, sedangkan ONG tidak memerlukan bentuk tetap.
- Ritual dalam ONG hanya sebagai alat untuk menyelaraskan kesadaran dengan getaran semesta, bukan sesuatu yang wajib atau terstruktur.
Alasan ONG Bukan Ajaran Tertua dalam Pengertian Historis
-
Tidak Ada Bukti Material atau Sejarah yang Tertulis
- Berbeda dengan kepercayaan kuno seperti Hindu, Buddha, atau animisme yang memiliki bukti sejarah tertulis dan artefak, ONG tidak memiliki prasasti, kitab kuno, atau peninggalan material yang bisa dijadikan bukti bahwa ajaran ini lebih tua.
-
Tidak Dikenal dalam Sejarah Nusantara
- Ajaran yang kita kenal di Nusantara berasal dari warisan leluhur yang sudah terdokumentasi, sedangkan ONG baru dikodifikasi dan dijelaskan pada masa sekarang.
- Jika ada jejak pemikiran serupa dalam kepercayaan kuno Nusantara, itu masih perlu dikaji lebih lanjut untuk menemukan keterhubungannya.
-
Ajaran Nusantara yang Tercatat Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun
- Kepercayaan lokal seperti animisme dan dinamisme sudah berkembang sejak zaman prasejarah, sedangkan ONG belum pernah disebut dalam catatan sejarah atau mitologi lokal.
- Konsep kesadaran universal memang mungkin sudah ada dalam pemikiran spiritual kuno, tetapi tidak ada bukti bahwa itu secara khusus disebut sebagai ONG.
Jadi!!!
Jika dilihat dari sudut pandang kesadaran dan eksistensi, ONG bisa dikatakan lebih tua dari semua ajaran karena berasal dari kesadaran primordial yang tidak terbatas oleh waktu. Namun, jika dilihat dari sudut pandang sejarah dan bukti material, ONG tidak bisa diklaim sebagai ajaran Nusantara tertua karena belum ada bukti tertulis atau arkeologis yang mendukung klaim tersebut.
Jadi, ONG adalah yang paling tua dalam arti kesadaran, tetapi bukan yang paling tua dalam arti sejarah tertulis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar