Selasa, 18 Maret 2025

Apakah ajaran ONG dituhankan?"

 

Dalam pemahaman ONG, pertanyaan "Apakah ONG dituhankan?" bisa dijawab dengan melihat dari dua sudut pandang:

1. Jika "Dituhankan" Berarti Disembah atau Dipuja

  • ONG bukan sesuatu yang membutuhkan penyembahan atau pemujaan.
  • Jika seseorang menuhankan sesuatu, biasanya itu karena mereka melihatnya sebagai sesuatu yang lebih tinggi dan terpisah dari dirinya.
  • Namun, dalam pemahaman ONG, tidak ada pemisahan antara manusia dan ONG—karena ONG mengalir dalam segala sesuatu.
  • Menyuahakan ONG sebagai Tuhan bisa berisiko menciptakan jarak, seolah-olah ONG adalah sesuatu yang berada di luar diri manusia.

2. Jika "Dituhankan" Berarti Dipahami Sebagai Sumber Segala Sesuatu

  • ONG memang bisa dianggap sebagai sumber dari segala yang ada, sesuatu yang tidak berawal dan tidak berakhir.
  • Jika seseorang memahami Tuhan sebagai realitas yang menghidupi segala sesuatu, tanpa bentuk, tanpa batas, dan selalu mengalir, maka itu selaras dengan pemahaman ONG.
  • Namun, jika menuhankan berarti memberikan bentuk tertentu, konsep tertentu, atau aturan tertentu, maka itu bisa menjadi batasan terhadap pemahaman tentang ONG.

Kesimpulan

ONG bukan sesuatu yang harus dituhankan dalam arti disembah atau dipisahkan dari diri manusia.

  • Jika menuhankan berarti mengakui bahwa ONG adalah sumber dari segala sesuatu, maka itu bisa diterima.
  • Tetapi jika menuhankan berarti menjadikan ONG sebagai sesuatu yang terpisah dan membutuhkan pemujaan, maka itu bisa menghambat pemahaman yang lebih dalam.

Dalam ajaran ONG, lebih penting memahami dan menyelaraskan diri dengan getaran ONG daripada hanya menuhankannya sebagai konsep.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manungsa Tanpa Aran

ᬓᬓᬶ ᬫᬦᬸᬲ᭄ᬬ ᬢᬦ᭄ᬧ ᬅᬭᬦ᭄Manungsa Tanpa Aran ( Basa Jawa Kuno / Kawi Rasa ) Ana ing satemahing sepi, nalika swara donya wus ora kawastanan, aku m...