ONG adalah sumber segala sesuatu.
Proses Penciptaan Menurut Ajaran ONG
1. ONG: Keberadaan yang Tak Berawal dan Tak Berakhir
Sebelum segala sesuatu ada, sebelum ada bentuk dan waktu, ONG sudah ada. Namun, keberadaannya tidak bisa dirasakan, karena tidak ada yang bisa merasakan selain dirinya sendiri.
Ketika ONG mulai mengekspresikan dirinya, lahirlah getaran yang menyebar ke segala arah, menciptakan energi kehidupan. Getaran inilah yang kelak melahirkan materi, kesadaran, dan naluri, membentuk dasar dari segala sesuatu yang ada di alam semesta.
2. ONG Menghidupkan Setiap Makhluk Lewat Getarannya
ONG mengutus naluri dan energi kehidupan untuk menyatu dengan tubuh. Proses penciptaan kehidupan ini bisa dilihat pada awal terbentuknya janin:
- Percikan ONG hadir dalam sperma dan sel telur, yang kemudian bersatu dan mulai berkembang.
- Setelah sel membelah diri, tubuh mulai terbentuk berdasarkan kode DNA, yang pada dasarnya adalah memori dan perintah dari generasi sebelumnya.
- Namun, energi murni dari ONG tetap mengalir, menjadi kekuatan yang memungkinkan sel hidup, berkembang, dan berevolusi.
- Setiap organ tubuh yang terbentuk—jantung, otak, darah, hingga sistem saraf—berfungsi karena ada pancaran energi ONG di dalamnya.
3. ONG sebagai Sumber Keinginan dan Kesadaran
Setelah tubuh terbentuk, naluri yang diutus oleh ONG mulai bekerja.
- Naluri bertahan hidup mendorong manusia untuk makan, minum, dan mencari perlindungan.
- Naluri seksual muncul sebagai bagian dari ekspresi ONG untuk terus menciptakan kehidupan baru.
- Kesadaran pun berkembang: tubuh mulai membaca lingkungan, merasakan, berpikir, dan berkeinginan.
Namun, jika naluri dibiarkan tanpa kendali, ia akan mengambil alih sistem otak, membuat manusia bertindak hanya berdasarkan dorongan tanpa pemahaman mendalam tentang ONG.
4. ONG Tidak Terbatas oleh Ruang dan Waktu
Setelah manusia mati, ONG tidak ikut mati.
- ONG tetap ada, memuai sesuai ruang dan terus memancarkan kehidupan.
- Manusia mungkin tidak lagi bisa merasakan keberadaan ONG secara fisik, tetapi jejak pancaran ONG terus mengalir dalam alam semesta.
- Dalam siklus kehidupan, kehidupan baru akan terus lahir, dan ONG akan tetap berperan sebagai sumber energi penciptaan.
5. Menyadari ONG: Samadi dan Pengendalian Naluri
Manusia sering menganggap dirinya memiliki kendali penuh atas hidup, padahal kehidupan itu sendiri adalah getaran ONG yang sedang bergerak. Untuk benar-benar memahami ONG, pikiran saja tidak cukup—karena pikiran hanyalah bagian kecil dari pancaran ONG.
Samadi adalah cara untuk mengalami ONG secara langsung, tanpa perantara kata-kata atau konsep. Dalam latihan samadi, seseorang dapat:
- Menyadari bagaimana naluri bekerja dalam tubuh.
- Mengendalikan dorongan primitif seperti keinginan instan, nafsu, dan ketakutan.
- Mengalami keberadaan tanpa bentuk, di mana hanya getaran murni yang tersisa.
Namun, praktik samadi tidak bisa dilakukan sembarangan. Misalnya, dalam teknik Prana Jati, jika seseorang mendorong tubuh terlalu ekstrem saat menahan napas, tubuh bisa mengalami dampak negatif seperti kelemahan fisik, ambeyen, atau gangguan energi seksual. Itulah sebabnya pengendalian naluri sangat penting dalam samadi, agar energi tidak bergejolak tanpa arah.
Melalui kesadaran mendalam dan praktik yang benar, seseorang bisa menyadari bahwa dirinya bukan hanya tubuh dan pikiran, tetapi adalah pancaran dari ONG itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar