Mereka sebenarnya sudah mengalami ONG setiap saat, tetapi tidak menyadarinya.
Mengapa Mereka Tidak Menyadari ONG?
-
ONG Terjadi Secara Otomatis
- ONG selalu mengalir, menciptakan realitas, tetapi manusia terlalu sibuk dengan pikiran dan keinginan sehingga tidak menyadari bahwa mereka sedang berada dalam aliran itu.
- Seperti ikan di dalam air, ia tidak menyadari air itu ada karena sudah menjadi bagian dari kehidupannya.
-
Terjebak dalam Pikiran dan Konsep
- Banyak orang melihat realitas melalui konsep yang sudah tertanam di pikiran.
- Mereka lebih fokus pada penilaian, harapan, dan asumsi, sehingga tidak menyaksikan ONG secara langsung.
-
Kebiasaan Merasionalisasi Segala Sesuatu
- Banyak pengalaman ONG yang dirasakan manusia sehari-hari, tetapi mereka mencoba menjelaskannya dengan logika biasa.
- Contoh: Ketika tiba-tiba mendapatkan inspirasi atau firasat kuat, itu bisa jadi aliran ONG. Namun, manusia sering menganggapnya sebagai kebetulan atau kerja otak semata.
-
Tidak Melatih Kepekaan terhadap ONG
- Samadi dalam ajaran ONG membantu seseorang menjadi lebih peka terhadap getaran dan aliran ONG.
- Tanpa latihan, manusia tetap mengalami ONG, tetapi tidak mampu membedakan mana yang benar-benar aliran murni dan mana yang hanya permainan pikirannya sendiri.
Bagaimana Agar Menyadari ONG?
✅ Mengurangi keterikatan pada pikiran → Tidak selalu percaya sepenuhnya pada logika.
✅ Melatih samadi → Agar lebih peka terhadap aliran dan getaran yang selama ini terabaikan.
✅ Menjadi penyaksi, bukan hanya pelaku → Melihat segala sesuatu dengan kesadaran lebih luas, tanpa menghakimi.
✅ Menyadari bahwa setiap detik adalah ekspresi ONG → Tidak ada momen di mana ONG tidak hadir.
Mereka sudah mengalami, tetapi apakah mereka siap menyadarinya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar