Mengapa Ada yang Menyebut Ajaran ONG Sesat, Padahal Sudah Mengalaminya?
Dalam setiap perjalanan pencarian makna, tidak semua orang akan sampai pada pemahaman yang sama. Ada yang setelah mengalami ONG merasakan kejelasan, tetapi ada juga yang tetap menolaknya dan menyebutnya sesat. Pertanyaannya, bagaimana mungkin seseorang bisa merasakan sesuatu namun tetap menganggapnya sesat?
Jika kita telusuri lebih dalam, ada beberapa alasan yang bisa menjelaskan fenomena ini.
1. Merasakan, Tetapi Tidak Siap Menerima
Kesadaran yang muncul dari ONG sering kali bertabrakan dengan konsep yang sudah tertanam sejak lama. Jika seseorang telah hidup dalam kepercayaan tertentu selama bertahun-tahun, lalu tiba-tiba merasakan pengalaman yang mengguncang keyakinannya, ada dua pilihan: menerima dengan terbuka atau menolak karena takut kehilangan identitas lama.
➡ Ketika sesuatu terasa benar tetapi bertentangan dengan apa yang sudah diyakini, banyak orang lebih memilih menolak daripada menghadapi perubahan besar dalam hidupnya.
Apa yang bisa kita katakan?
"Kamu sudah merasakan sendiri, tetapi menolaknya. Apakah karena memang sesat, atau karena sulit menerima sesuatu yang berbeda dari yang kamu yakini selama ini?"
2. Mengalami, Tetapi Takut Akan Dampaknya
Merasakan ONG bisa membuka kesadaran baru tentang diri sendiri dan semesta. Tetapi bagi sebagian orang, kesadaran ini justru terasa seperti ancaman, karena mengguncang fondasi pemahaman yang mereka anggap pasti.
➡ Ketakutan bukan berasal dari kebenaran ONG, melainkan dari bayangan mereka sendiri tentang konsekuensi jika menerimanya.
Apa yang bisa kita tanyakan?
"Apakah kamu benar-benar yakin bahwa ini sesat? Ataukah kamu takut menghadapi perubahan besar yang akan terjadi jika menerimanya?"
3. Merasakan, Tetapi Tidak Dapat Mengolahnya
Tidak semua orang bisa langsung mengolah pemahaman baru yang muncul dari ONG. Ada yang mengalami, tetapi tidak tahu bagaimana menempatkan pengalaman itu dalam kehidupan sehari-hari.
➡ Ketika sesuatu terlalu besar untuk dipahami, respons paling mudah adalah menolaknya.
Bagaimana menjelaskan ini?
"Mungkin yang kamu rasakan bukan sesat, tetapi sesuatu yang belum bisa kamu pahami sepenuhnya. Jangan buru-buru menilai, biarkan waktu yang menjawab."
Kesimpulan
Menyebut ONG sesat bukanlah karena kesalahan dalam ajaran itu sendiri, tetapi lebih kepada keterbatasan individu dalam memahami dan menerima pengalaman yang mereka alami.
Pada akhirnya, ONG tidak memaksa siapa pun untuk percaya. Yang ingin berjalan dalam kesadaran akan terus melangkah, sementara yang menolak, itu adalah bagian dari perjalanan mereka sendiri.
"Bukan ajarannya yang sesat, tetapi pemahaman yang belum tuntas."
~ Tanpa Aran

Tidak ada komentar:
Posting Komentar