Kamis, 27 Maret 2025

Mengapa Ada Orang yang Merasa Tidak Butuh Ritual?


 

Mengapa Ada Orang yang Merasa Tidak Butuh Ritual?

Beberapa orang merasa tidak perlu ritual, meditasi, sesaji, atau puasa karena mereka berpikir bahwa kesadaran sudah ada dalam dirinya tanpa perlu alat bantu. Mereka menganggap bahwa kesadaran sejati tidak memerlukan perantara atau bentuk eksternal untuk terhubung dengan realitas.

Namun, ada dampak dari sikap ini, yaitu:

  1. Kesadaran Bisa Menjadi Tidak Stabil

    • Kesadaran manusia fluktuatif, bisa naik dan turun tergantung dari kondisi mental, fisik, dan lingkungan.
    • Tanpa latihan yang konsisten, seseorang bisa mengalami penurunan kesadaran tanpa disadari.
  2. Terlalu Mengandalkan Pikiran

    • Beberapa orang mengira bahwa pemahaman intelektual sudah cukup untuk mencapai kesadaran.
    • Namun, kesadaran sejati tidak hanya dipahami, tetapi juga dialami secara langsung melalui praktik seperti samadi dan ritual.
  3. Lebih Mudah Terpengaruh Dunia Luar

    • Tanpa latihan yang disiplin, seseorang lebih mudah terganggu oleh emosi, nafsu, dan kebiasaan duniawi.
    • Kesadaran yang sudah tinggi bisa turun kembali ke tingkat kesadaran biasa.

Mengapa Ajaran ONG Masih Membutuhkan Ritual, Meditasi, Sesaji, dan Puasa?

Dalam ajaran ONG, ritual bukan sekadar formalitas, tetapi alat untuk mengkalibrasi kesadaran manusia dengan getaran semesta (ONG).

1. RITUAL MEMBANTU MENSTABILKAN GETARAN KESADARAN

  • Tubuh, pikiran, dan kesadaran manusia beroperasi pada frekuensi tertentu yang sering terganggu oleh aktivitas harian.
  • Ritual seperti sesaji, samadi, dan puasa membantu menyelaraskan kembali frekuensi tersebut agar selaras dengan ONG.

2. MEDITASI (SAMADI) MEMPERDALAM PENGALAMAN LANGSUNG

  • Kesadaran tidak cukup hanya dipahami dengan logika, tetapi harus dialami langsung dalam keheningan samadi.
  • Samadi membantu menghubungkan diri dengan realitas yang lebih dalam, tanpa gangguan pikiran dan ego.

3. SESAJI MEMANCARKAN GETARAN ENERGI

  • Sesaji bukan sekadar simbol, tetapi memiliki kandungan ilmiah:
    • Bunga mengandung aroma yang mempengaruhi gelombang otak.
    • Makanan mengandung energi yang membantu menyeimbangkan tubuh dan kesadaran.
    • Air dan dupa berfungsi sebagai konduktor getaran dalam ritual.
  • Dengan memahami ini, sesaji dalam ajaran ONG bukan hanya tradisi, tetapi alat untuk mempengaruhi kesadaran manusia secara langsung.

4. PUASA MENGUATKAN KONTROL DIRI

  • Puasa dalam ajaran ONG bertujuan untuk melemahkan dominasi tubuh atas kesadaran.
  • Dengan mengurangi konsumsi makanan atau air dalam periode tertentu, tubuh dipaksa untuk menyesuaikan vibrasi kesadarannya ke tingkat yang lebih tinggi.

Note

  • Orang yang sudah mencapai kesadaran tinggi mungkin merasa tidak perlu ritual, tetapi bagi kebanyakan manusia, ritual tetap diperlukan sebagai alat stabilisasi kesadaran.
  • Ajaran ONG masih menggunakan ritual, meditasi, sesaji, dan puasa karena semuanya berfungsi sebagai alat kalibrasi kesadaran, membantu manusia agar tetap selaras dengan getaran semesta (ONG).
  • Tanpa latihan yang konsisten, kesadaran bisa turun kembali ke level biasa, sehingga ritual tetap dibutuhkan sebagai jembatan menuju kesadaran yang lebih dalam.

Ritual bukanlah tujuan akhir, tetapi alat bantu untuk mencapai dan menjaga kesadaran yang stabil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Logika Rasa dan Paradoks: Wejangan Leluhur Jawa

Logika Rasa dan Paradoks : Wejangan Leluhur Jawa --- 1. Dua Jalan Berpikir Manusia Manusia sejak lahir telah dibekali dua jalan untuk memaha...