Selasa, 18 Maret 2025

Kebijakan yang masih mutlak

Kebijakan yang masih mutlak adalah kebijakan yang belum dijelaskan atau belum diurai oleh pikiran.

Begitu kebijakan dijelaskan atau dijadikan motivasi, ia sudah masuk ke dalam ranah konsep dan bahasa, sehingga tidak lagi mutlak. Kebijakan itu menjadi terjemahan dari sesuatu yang awalnya murni dan utuh.

Mengapa Kebijakan yang Dijelaskan Menjadi Tidak Mutlak?

  1. Masuk ke dalam bentuk kata-kata → Kata-kata memiliki batasan dan bisa ditafsirkan berbeda oleh setiap orang.
  2. Menjadi konsep yang bisa diperdebatkan → Setiap penjelasan bisa memiliki perspektif lain yang meniadakan kemutlakannya.
  3. Beradaptasi dengan ruang dan waktu → Kebijakan yang berlaku di suatu kondisi belum tentu berlaku di kondisi lain.

Contoh dalam Ajaran ONG

Kebijakan ONG sebelum dijelaskan:
Sesuatu yang mengalir, hadir dalam kesadaran tanpa perlu konsep atau aturan yang dipaksakan.

Kebijakan ONG setelah dijelaskan:
Ketika mulai dijelaskan dalam bentuk aturan, metode, atau motivasi, ia menjadi panduan, bukan lagi sesuatu yang mutlak.

Kesimpulan

Kebijakan sejati bersifat alami, bukan sesuatu yang diciptakan atau dipaksakan.
Begitu kebijakan dijelaskan, ia menjadi arah atau panduan, bukan lagi sesuatu yang mutlak.

Maka, kebijakan dalam ONG bukan sesuatu yang harus dijelaskan berulang kali, tetapi sesuatu yang harus dialami langsung dalam kesadaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manungsa Tanpa Aran

ᬓᬓᬶ ᬫᬦᬸᬲ᭄ᬬ ᬢᬦ᭄ᬧ ᬅᬭᬦ᭄Manungsa Tanpa Aran ( Basa Jawa Kuno / Kawi Rasa ) Ana ing satemahing sepi, nalika swara donya wus ora kawastanan, aku m...